Custom Search

Selasa, 28 November 2017

Penghargaan Swasti Saba Padapa Telah Digenggam Kota Mojokerto

Jurnalis : Rony Yunarto
Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus bersama Ketua FKS Kota Mojokerto di gedung Sasana Bhakti Praja. JurnalMojo/Rony Yunarto
MOJOKERTO (jurnalmojo.com) - Melalui proses seremonial kurang lebih dua jam, akhirnya piala penghargaan Swasti Saba Padapa untuk kategori Kota Sehat berada dalam genggaman Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus secara langsung menerima piala penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM di gedung Sasana Bhakti Praja lantai 3 Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017) pagi.

Saat dikonfirmasi melalui selulernya, Wali Kota Mas'ud Yunus menyampaikan secara langsung kepada jurnalmojo.com bahwa raihan ini adalah hasil dari kerja kerja dan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Alhamdulillah, akhirnya penghargaan kota sehat bisa kita raih hari ini. Dari 173 Kabupaten/Kota se Indonesia, Kota Mojokerto mendapat grid tertinggi sebagai kota sehat. Makanya yang menyerahkan piala tersebut adalah ibu menteri, sementara yang lain diserahkan oleh Dirjen," ungkap Kyai Ud.

Tak luput pula, Wali Kota mengucapkan banyak terima kasih atas peran serta seluruh elemen baik dari OPD dan steakholder maupun warga masyarakat yang telah bahu membahu untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Sehat. Selain itu, Kyai Ud juga mengharapkan perilaku sehat harus tetap dijalankan secara terus menerus.

"Jangan sampai kita berhenti melakukan pola hidup sehat hanya perkara sudah mendapatkan penghargaan ini, tapi harus terus dilakukan demi kehidupan yang lebih baik," tambahnya.

Kyai Ud melanjutkan, untuk program dari pemerintah sendiri juga tidak berhenti, setelah menerima penghargaan Swasti Saba Padapa kali ini pemerintah dan Forum Kota Sehat sebagai lembaga yang melaksanakan kegiatan kota sehat harus bersiap-siap menghadapi Swasti Saba Wiwerda tingkat Provinsi tahun depan.

"Kemarin dua tatanan sudah kita lewati dan sekarang harus menyiapakan dua tatanan lagi yaitu perkantoran yang sehat dan lalu lintas yang sehat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama karena pembangunan di Kota Mojokerto berbasis wawasan kesehatan juga," pungkas Mas'ud Yunus.

Harapan terbesar adalah tidak berhentinya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Service City yang aman, sehat, cerdas dan bermoral. (ron/jek)