Custom Search

Minggu, 30 Juli 2017

Satu Jam, 29 Motor dan 1 Mobil Terjaring Operasi K2YD

Jurnalmojo.com
Vespa modifikasi yang terjaring operasi K2YD aparat gabungan. JurnalMojo/Achmad Supriyadi
MOJOKERTO (jurnalmojo.com) - Guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polres Mojokerto, Sabtu (29/7/2017) malam, gelar operasi bersama TNI dan Satpol PP. Operasi dengan nama K2YD (kegiatan keamanan yang ditingkatkan) target utama yakni sajam, senpi serta alat bahan peledak.

Sasaran pertama operasi berlangsung di jalan raya Mojosari Prambon tepatnya di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pantauan JurnalMojo, operasi yang dilaksanakan di Ngrame, petugas mengamankan satu mobil tanpa surat serta satu motor diketahui suratnya mati sepuluh tahun. Tak ayal, motor tanpa dilengkapi surat itu, terpaksa di angkut dalam mobil boks.

Selanjutnya, anggota bergeser ke depan Ruko Royal yang kerap dijadikan tempat nongkrong, dilanjutkan ke gereja yang berada di jalan masjid Mojosari. Tak lama kemudian, aparat gabungan melanjutkan ke Terminal Mojosari, di terminal ini anggota banyak menemukan pelanggaran.

Setidaknya ada tiga belas motor yang terjaring karena tidak punya SIM, selain itu para pengendara tidak membawa surat dan kendaraannya tidak,  standar seperti ban kecil cakram dilepas.

Tak berhenti disitu, petugas gabungan bergeser ke terminal. Di terminal baru Pungging ini, petugas menjaring beberapa anak punk yang lagi menikmati kopi dan diduga kuat usai pesta minuman keras.

Saat dilakukan pemeriksaan, mereka menunjukan identitas, sehingga anggota hanya menegur agar cepat kembali pulang ke rumah masing-masing.

Puluhan barang bukti motor pun diamankan ke Polres Mojokerto sebelum para pelanggar mengikuti sidang. Setelah sidang, para pemilik mobil atau motor harus melengkapi surat atau kelengkapan yang tidak standar pabrik seperti ban kecil dan harus diganti di Polres Mojokerto.

Kabag Ops Mapolres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko menegaskan bahwa razia yang digelar kali ini, untuk antisipasi teroris dan kelompok radikal termasuk kelengkapan berkendaraan.

"Kegiatan malam ini untuk antisipasi pelaku teroris dan kelompok radikal agar tidak masuk Mojokerto," ujarnya.

Untuk target utama, kata Tri, pihaknya tidak menemukan sajam maupun handak, hanya beberapa pelanggaran lalu lintas.

"Kita tidak menemukan target, tetapi kita menindak beberapa pelanggaran, ada 29 motor dan 1 mobil dan kita amankan sebagai barang bukti," pungkas Tri Sujoko kepada wartawan. (pry/jek)